Jumat, 07 Mei 2010

Hasan bin Tsabit (Penyair Hadramaun)


  1. Pengantar
Keberadaan sastra pada awal Islam dikenal dengan adab al-Muhadramain, sebuah karya sastra yang berkembang atau muncul pada dua masa, yaitu Jahiliyah dan  awal Islam. Jenis satra arab ini mempunyai karakteristik sejarah dan nilai yang sangat besar, karena jenis sastra ini hidup pada masa jahiliyah serta menggambarkan kehidupan dengan sangat detail, yaitu berpindahnya dari kehidupan jahiliyah dan kehidupan Islam.(al-Nadwa:16)
Pengaruh yang paling luar biasa pada masa awal Islam adalah adanya al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam dan Hadis Rasul yang memiliki makna penting dalam periode ini. Maka bahasa arab yang berkembang pada periode ini otamatis mendapat pengaruh luar biasa dari al-Qur’an dan al-Hadis.
Dalam sejarah perkembangan agama Islam di zaman Nabi, puisi sangat berfungsi sekali untuk mengadakan berbagai macam komunikasi. Terhadap penyair Islam, Nabi selalu mengadakan penghargaan yang tinggi sekali, sehingga para penyair Islam itu selalu menempati tempat terdekat di sisi Nabi. Hal itu dikarenakan jumlah tentara yang akan membela  Islam dengan kekuatan senjata sangat banyak jumlahnya sedangkan yang membela Islam dengan puisi sangat terbatas sekali, karena itulah Nabi memberi kepada para penyair segala macam penghargaan.(Al-Muhdar, 1983:106-108)
Pada awal Islam ini, menurut Juzif Al-Hasyim (1968: 235-236), muncul empat tingkatan penyair, yaitu:Pertama, kelompok yang meninggalkan  puisi dan hanya  beribadah kepada Allah. Kedua kelompok yang menghina dan mengejek Nabi. Ketiga, kelompok yang menolong Nabi dan para sahabatnya. Keempat, kelompok yang tetap berpuisi sebagaimana kebiasaan mereka dulu.
Kelompok yang ketiga yang terdiri dari Ka’ab ibn Malik, Hassan ibn Tsabit, Abdullah ibn Rawahah merupakan kelompok yang berjasa besar dalam Islam. Mereka selalu membela Nabi ketika Nabi berhadapan dengan musuh-musuhnya yang selalu menjelek-jelekkan Nabi dengan beragam cemohan lewat puisi mereka. Kelompok ini terpilih untuk menolak segala cemohan yang dilontarkan oleh para penyair Quraisy.
Hassan bin Tsabit adalah sahabat yang paling  menonjol diantara mereka. Dari kalangan sahabat beliau merupakan seorang penyair yang tak tertandingi, bahkan dari kalangan musuh sekalipun. Beliau merupakan penyair yang dicintai para khalifah, sehingga dalam kehidupannya beliau mendapat tunjangan dari baitul mal. Hassan bin Tsabit merupakan sahabat yang menghabiskan separuh hidupnya untuk mengabdi pada ajaran Islam. Karena begitu besarnya jasa Hasan bin Tsabit pada Islam, sudah seharusnya kita mengetahui sosok Hasan bin Tsabit.
  1. Asal-usul Hasan bin Tsabit
Hasan bin Tsabit dilahirkan di Madinah sebelum tahun gajah. Nama lengkapnya adalah Abu Walid Hasan ibn Tsabit al-Anshary, penyair Rasulullah, pujangga Muhadramain dan termasuk bani Najjar penduduk Madinah. Dia termasuk sahabat yang mempunyai kemampuan dalam berpuisi karena berasal dari kaum yang dikenal punya cita rasa puisi yang bagus. Maka tidak mengherankan jika kemudian Hasan ibn Tsabit mempunyai bakat itu, karena ia hidup pada dua masa, Jahiliyah dan Islam.
Setelah Rasullulah hijrah ke Madinah dan orang-orang Anshor masuk Islam, dia masuk Islam dan membela Islam dengan lisan sebagaimana kaumnya membela dengan pedang. Perkataannya yang mengandung penghinaan dan kemarahan terhadap musuh-musuh Nabi mempunyai pengaruh yang positif.
Kehidupan Hasan setelah sepeninggal nabi, ia banyak dicintai para khalifah dan terus mendapatkan pemberian yang mencukupi dari Baitul Mal. Dia berusia panjang sampai-kira-kira 120 tahun. Kehidupannya banyak untuk menikmati indera dan akalnya. Pada tahun-tahun terakhir umurnya, ia menjadi lemah dan buta. Meninggal pada tahun 54 H pada masa pemerintahan Umaiyah.(Wargadinata dan Fitriani, 2008: 254)
  1. Syi’ir-syi’ir Hasan bin Tsabit di masa Jahiliyah dan Islam
Hasan termasuk penyair kota Hadlar pada masa Jahiliyah dan penyair Yamani pada masa Islam. Tidak ada sahabat Rasulullah dan musuh Rasulullah yang melebihinya pada masanya. Puisi-puisi Hassan pada masa jahiliyah cukup keras, asing bahasanya dan sukar. Setelah masuk Islam puisinya menjadi halus, baik susunan ataupun arti-artinya. Dan Kebanyakan puisi yang dibuat adalah bertema satire, pujian dan kebanggaan terhadap dirinya dan kaumnya. Salah satu puisinya pada masa Jahiliyah adalah:
ولقد تقلدنا العشيرة امرها  ونسود يوم النائبات ونعتلى
ويسود سيدنا حجاجح سادة        ويصيب قابلنا سواء المفصل
ونخاول الأمر المهمّ خطابة  فهم ونفصل كل امر معضل
وتزور أبواب الملوك وروكابنا           ومتى نحكم في البرية نعدل
Adapun beberapa puisinya setelah masuk Islam adalah:
إن الذوائب من فهر وإحواتهم        قد بيّنوا سننا للناس تتبع
يؤضى بها كل من كانت سريرته      تقوى الإله وبالأمر الذي شرعوا
قوم إذا حاربوا ضروا عدوهم          او حاولوا النفع في أشاعهم نفعوا
Sesungguhnya penghulu itu hanya dari suku Fihr dan saudara-saudaranya. Yang telah menerangkan kepda manusia suatu agama agar untuk diikutinya. Yaitu agama yang disenangi oleh setiap orang yang hatinya bertaqwa kepada Tuhan dan mengikuti syariatnya. Kaum itu suka berperang akan membinasakan musuh-musuh atau berusaha memanfaatkan keikutsertaanya tanpa dijelaskan.
  1. Jenis-jenis syi’ir Hasan bin Tsabit
Dari sekian banyak jenis syi’ir Hasan bin Tsabit, ada empat jenis yang paling dominan yaitu: hijaa’, madh, fakhr dan hikmah.( Diwaktu Hasan bin Tsabit membela Nabi dengan syi’irnya, tema jenis puisi hijaa’ tidak ditujukan pada seluruh orang Qurais, akan tetapi ditujukan pada beberapa orang Quraisy saja seperti Abu Jahal, Abu Sufyan dan Abu Lahab. Dengan puisi ini, Hasan bin Tsabit tidak menghina mereka dari segi nasabnya, akan tetapi Hasan bin Tsabit menghina sifat-sifat mereka yang buruk seperti suka memutus tali silaturahmi, bodoh, bakhil dan lain-lain. (Junaidi, 1376: 174) Seperti bait syi’ir Hasan bin Tsabit:

AKu tidak peduli apakah kambing mencela dengan kesedihan,
atau tukang cela menghardikku dari balik punggungku.
Maksud Hasan disini adalah bahwa ucapan-ucapan orang yang suka mencela, yang suka berbicara kesana-kemari, yang tidak ada yang dibanggakan, dan yang suka menjatuhkan kehormatan orang lain, sama sekali tidak membahayakan dan tidak penting. Semua itu tidak akan memalingkan perhatian orang muslim dan tidak mengusik orang yang berani.
Dalam jenis puisi madh, Hasan bin Tsabit banyak memuji Rasulullah, para sahabatnya, para khalifah serta para kaum Muslimin. Seperti puisi dibawah ini;
وأجمل منك لم تلد النساء
Yang lebih baik darimu tak pernah kulihat,
yang lebih elok darimu tak pernah terlahirkan
خلقت مبرأ من كل عيب
كأنك خلقت كما تشاء
Kau lahir tanpa sedikitpun cacat,
seolah kau tercipta seperti yang kau inginkan
Adapun Jenis puisi fakhr Hasan bin Tsabit sangatlah banyak. Terkadang dalam puisinya ia menyebutkan kemulian-kemulian yang dimiliki kaumnya yaitu para sahabat Anshor dan menyebut kebaikan-kebaikan kabilah Khozroj. Ketika ia membanggakan dirinya sendiri, ia sering membanggakan kefasihan lisannya, keindahan syi’irnya dan ia juga sering membanggakan dirinya sendiri seperti mengaku bahwa dirinya seorang pemberani dan gagah.
  1. Penutup
Hasan bin Tsabit merupakan penyair di masa hadramain yang sangat dicintai Nabi. Ia merupakan seorang penyair yang berasal dari bani Najjad, salah satu bani di kota Madinah. Ia masuk Islam ketika nabi Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Sehingga Hasan  bin Tsabit tremasuk golongan sahabat Anshor. Setelah Hasan bin Tsabit masuk Islam, puisinya banyak mengalami perubahan, baik dari bentuk ungkapan maupun artinya. Di masa Jahiliyah, puisi Hasan bin Tsabit tergolong puisi yang keras dan bahasanya sukar untuk dipahami. Akan tetapi, setelah beliau masuk Islam puisinya menjadi halus, baik dari segi ungkapan maupun artinya. Setelah masuk Islam puisinya banyak yang berbentuk madh yang ditunjukan kepada Nabi Muhammad, para sahabat maupun untuk kabilahnya sendiri.   
Daftar Pustaka
Wargadinata, Wildana dan laily fitriani. 2008. Sastra Arab dan Lintas Budaya. Malang: UIN-MALANG PRESS.
Junaidi, Muhammad.1376 H. al-Adabu al-‘Arabi wa Tarikhuhu.  Riyadh: al-Idarah al-Ammah li Ma’aahid wal Kuliiyat bi Mamlakatil al-‘Arabiyah al-Su’udiyah.
Ian. 2009. Pujian Hasan bin Tsabit Untuk Rasulullah (online), http//www.google.com, diakses 3 Mei 2010.

Kamis, 22 April 2010

Sajak Rajawali

sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung Nuri

rajawali adalh pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

langit tanpa rajawali
adlah kebebasan dan keluasan tanpa sukma
tujuh langit,tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
mengolah hidup

hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tapa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat fatamorgana

rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai kamu, penecemar langit yang durhaka.

Selasa, 20 April 2010

Irak

irak

1.Penaklukan Irak-Persia
Ketika Khalid melakukan maneuver ke barat kea rah Hirrah pada 634, ia meninggalkan kekuasaan irak pada sekutunya suku badui,al mutsana bin haritsah, kepala suku bani syaiban.sementara itu, orang-orang Persia sedang bersiap-siap utuk melakukan serrangan balasan dan hamper menghancurkan pasukan arab ketika perang dalam jembatan.1 Dekat hirrah pada 26 november 634. Tanpa rasa takut, mutsana membangun serangan baru, dan ulan oktober atau November tahun berikutnya berhasil mengalahkan panglima perang orang Persia , mihran di al-buwayb di tepi sungai efrat. Karena al-mutsana hanyalah seorang kepala suku dan tidak mempunyai hubungan kekuasaan dengan mekkah dan madinah, maka khalifah umar mengirim sa’ad bin abi waqash sebagaim komandan pasukan ke irak. Dengan pasukan berjumlah 10.000 orang, sa’ad berunjuk gigi untuk pertama kalinya berhadapan dengan rustam, seorang administrator Persia. Pada hari itu (ajkhir bulan mei, ) terjadilah perang antara pasukan islam dan pasukan Persia dan akhirnya rustam terbunuh , pasukan besar sasaniyah kocar-kacir dalam kondisi panic dan semua dataran rendah irak yang subur 2 di sebelah barat sungai tigris terbuka lebar bagi penakluk.
Ibu kota Persia , cretisphon,3 adlah sasaran sa’ad berikutnya. Dengan kecepatan dan energy yang menjadi cirri khasnya , ia bergerak menyeberangi sungai tigris di bagian yang agak dangkal. Usaha itu berhasil tanpa korban jiwa dan hal itu dianggap mukjizat oleh para penutur kisah islam. Bulan juni 637 sa’ad melenggang memasuki ibu kota dengan penuh kemenangan karena kota itu telah ditinggal pergi oleh rajanya dan para pasukannya.
Sementara itu, raja sasaniyah III dan keluarga kerajaan melariak diri ke utara, setelah melakukan perlawanan sia-sia, pada akhir 637 , jalula –berbatsan dengan ddatran tinggi Persia- dan akhirnya seluruh wilayah irak takluk kepada para penyerbu.
Penaklukan pertama yang menetukan atas Persia menghabiskan waktu sekitar satu decade; pasukan islam melakukan perlawanan yang jauh lebih sengit dari pada di suriah. Orang arab ,termasuk waita dan anak-anak budak ikut terlibat. Orang-orang Persia adalah orang aria bukan semit., mereka telah menikmati eksistensi mereka sebagai bangsa yang berdiri sendiri selama berabad-abad, dan mewakili sebuah kekuatan militer yang jauh terorganisir dengan baik, dan pernah berperang dengan orang romawi selama 400 tahun.
2.Etnografi Negara Irak-Persia
2.1.Irak
Negara republic irak (al-jumhuriyah alu irakiyah) dengan ibu kota bahgdad ini berpenduduk pada sensus 1990 dengan populasi penduduk 18.317.000 jiwa. Luas wilayahnya menca[pai 435.052 km dengan kepadatan penduduk 42,1/km bahsa resminya adalah bahsa arab. Agama 95,8% (sunni dan syi’ah), Kristen 3,5% dan sedikit yahudi. Mata uangnya adalah dinar >Negara yang berada di sebelah barat daya ini mempunyai batas-batas wilayah: diselatan berbatasan dengan kwait dan arab Saudi, di barat denagn yordania dan syiria, di utara denagan turki dan di timur dengan iran.
Adapun potensi geografis dari Negara irak ini yaitu ,iran berada tepat di bagian timur wilayah ulan sabit subur,yang dulu disebut dengan Mesopotamia (bahsa yunani yang artinya lahan diantara dua sungai tigris dan efrat, karena posisinya yang terletak diantara jazirah Arabia utara dan jajaran gunung turki dan iran sebelah barat daya daerah membentuk lintasan rtanah rendah diantara syiria dan teluk Persia.topografi iran termasuk kea lam tiga zona yang berbeda- bagian peguningan utara disebut wilayah Kurdistan; 1. Wilayah tengah,antara tigris dan efrat dengan pusat ibu kota bagdad, merupakan daerah yang paling mudah mendapat aliran irigasi dan tanh yanmg terolah dengan baik.2. wilayah barat, barat daya dan selatan merupakan daerah gurun yang hamper keseluruhannya sama sekali gersang. Dan 3. Di selatan terdapat daerah rawa yang luas di sepanjang shatt al –arab tempat bergabungnya dua aliran sungai tigris dan efrat, sekiatar 160 km di sebelah barat laut teluk Persia. Irak berada tempat di bagian timur wilayah Bulan Sabit Subur, yang dulu sering daerah mesopotamia – kosa kata Yunani yang berarti “ lahan di antara dua sungai” ; sungai Tigris dan sungai Efrat. Kedua aliran sungai ini sangat memengaruhi pola kehidupan dan lingkungan penduduk Irak dari masa ke masa.
Karena posisinya yang terletak antara jazirah Arabia Utara dan jajaran Gunung Turki serta iran di sebelah Barat daya, daerah ini membentuk lintasan tanah rendah antara Syria dan teluk persia. Topografi Irak termasuk ke dalam tiga zona yang berbeda – bagian pegunungan utara di sebut wilayah kurdistan;
1)Wilayah tengah, antara tirgis dan efrat dengan pusat ibukota Baghdad, yang merupakan wilayah paling mudah mendapat aliran irigasi dan tanah-tanah yang teroleh dengan baik.
2)Wilayah barat, barat daya, dan selatan merupakan daerah gurun yang hampir keseluruhannya sama sekali gersang.
3)Di selatan terdapat daerah rawa yang luas di sepajang shatt al-arab, tempat bergabungnya kedua sungai Tigris dan Efrat, sekitar 160 km di sebelah barat laut teluk persia.
2.2. Persia
Kawasan penting kedua peradaban islam adalah kawasan kebudayaan atau peradaban iran –persia. Pusat dunia islam yang satu ini sejak dulu adalah datran tinggi yang menbentang dari irak sampai asia tengah, sekalipun kelak tradisi Persia kuno pengaruhnya cukup luas merembes keluar daerah geografinya. Dan disini pula kebeudayaan islampersia klasik di besarkan dan menyebar ke daerah-daerah lain.
Letak Geografis Persia yang setrategis dan sebagian wilahnya yang subur sehingga disebut sebagai daerah bulan sabit subur , membuat mata dunia internasional pada saat itu memusatkan perhatiannya ke Persia. Portugal, Inggris, Belanda, dan Prancis berlomba-lomba menarik simpati istana Safawiyah. Bahkan Inggris telah mengirim duta khusus dan ahli pembuat senjata modern guna membantu memperkuat militer Safawiyah.
3.Islam di Irak-Persia
3.1.Islam di Irak
3.1.1.Berdirinya Dinasti Abasiyah
Pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan Daulah Bani Umayah yang telah runtuh di Damaskus. Dinamakan kekhalifahan Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa daulah ini adalah keturunan Abbas, paman Nabi Muhammad saw. Keluarga Abbas, Imam Muhammad bin Ali berpendapat bahwa pemindahan kekuasaan dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain harus memiliki kesiapan jiwa dan semangat rakyat. Dia menyadari bahwa perubahan secara tiba-tiba, bisa berakhir dengan kegagalan. Oleh karena itu, sangat diperlukan pemikiran yang dapat memperhitungkan keadaan untuk melancarkan propaganda (gerakan yang menentang pemerintahan untuk memperoleh kekuasaan) dengan atas nama orang yang terpilih dari keluarga Nabi Muhammad.
Muhammad bin Ali meminta kepada masyarakat pendukungnya untuk membantu keluarga Nabi. Propaganda ini dilakukan dengan cara yang sangat cermat, sehingga banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tertarik dengan propaganda itu. Muhammad bin Ali menjadikan kota Kufah dan Khurasan sebagai pusat kekuatan penyebaran propagandanya. Dua kota ini dianggap sangat strategis sebagai benteng pertahanan bila terjadi serangan dari Bani Umayah. Di dalam kedua kota itu banyak bermukim masyarakat Islam yang bukan Arab. Mereka sangat tidak puas terhadap kebijakansanaan pemerintahan Bani Umayah. Ketidakpuasan masyarakat Muslim yang bukan Arab (‘Ajam) sangat besar pengaruhnya dalam proses kehancuran Daulah Umayah, dan jumlah mereka semakin banyak.
Semula propaganda yang dilakukan Muhammad bin Ali, tidak memakai dan menonjolkan nama Bani Abbas, tetapi menggunakan Bani Hasyim, dengan maksud untuk mencegah perpecahan antara orang syi'ah pengikut Ali dan yang mendukung Bani Abbas, karena kedua golongan itu masih termasuk keluarga Bani Hasyim. Dengan siasat demikian itu, maka propagandanya mendapatkan simpati sangat besar dari berbagai kalangan. Untuk melaksanakan propaganda itu mereka mengangkat dua belas orang propagandis terkenal, yang disebar ke daerah-daerah Khurasan, Kufah, Irak dan bahkan sampak ke Makkah. Dalam usaha menyebarkan propaganda itu, dijelaskan tujuan mereka, yaitu untuk menuntut keadilan dan kebijaksanaan dan pemerintahan Daulah Bani Umayah di Damaskus. Di antara propagandis terkenal yang berhasil menarik banyak masyarakat, ialah Abu Muslim Al-Khurasani. Dengan tekad kuat dan kerja keras, ia dapat meyakinkan rakyat Marwa, sehingga mereka berada di pihak Bani Abbas. Setelah itu, Abu Muslim menyambut baiat (Sumpah Setia) rakyat Marwa tersebut. Kemudian ia melanjutkan usahanya ke daerah Khurasan dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Di setiap daerah dibentuk perwakilan, sehingga berdatangan orang-orang yang menyatakan sumpah setia kepada keluarga Bani Abbas. Usaha propaganda yang dilakukan Abu Muslim al-Khurasani membawa hasil yang sangat memuaskan. Banyak masyarakat mendukung gerakan propaganda itu.
Melihat perkembangan politik yang tidak menguntungkan pihak Muawiyah, akhirnya Marwan bin Hakam berusaha menyelamatkan diri dari kejaran massa yang sedang mengamuk, menuntut digulingkannya pemerintahan Daulah Bani Umayah. Dengan terbunuhnya Marwan bin Hakam di Fustat, Mesir tahun 132 H / 750 M, resmilah keluarga Abbas menjadi penguasa baru. Dinasti ini berkuasa selama lebih kurang lima abad, mulai dari tahun132-656 H / 750-1528. Pusat pemerintahannya bertempat di kota Bagdad. Di antara para tokoh pendiri Daulah Abbasiyah ialah
• Muhammad bin Ali
• Ibrahim bin Muhammad bin Ali
• Abul Abbas As-Shafah
• Abu Ja'far Al-Mansur
• Abu Muslim Al-Khurasani
3.1.2.Keadaan Politik Daulah Abasiyyah
Politik daulah abasiyah 1:
Antara daulah abasiyah dengan daulah amawiyahterdapat perbedaan yang prinsipil dalam sikap politik, yang terpenting antara lain:

Dau;ah amawoyah pada umumnya dalam segala bidang bercorak arabmurni
Daulah abbasiyah disamping bercorak aram murni juga telah terpengaruh dengan corak Persia, turkia da lain sebagainha.
Adapun politik yang dijalankan daulah abbasiyah 1 yaiitu:
para khalifah tetap dari turunan arab murni, sementara para gubernur, menteri dan pegawai lainya bamyak diangkat dari golongam mawali turunan Persia.
Kota Baghdad sebagai ibu kota Negara yang menjadi pusat kegiata politik sosian dan kebudayaan, dijadikan kota pintu terbuka sehinga orang yang mempunyai berbagai keyakinan diiznkan tinggal di bahgdad. Dengan demikian jadilahbahgdad kota internasional yang sangat sibuk dan ramai, yang berkumpul di dalamnya unsaur bangsa arab, turkia , Persia , romawi dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan dipandang sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khlifah membuka pintu seluas-luanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Kebebasan berpikir sebagai hak manusia diakui sepenuhnya. Pada waktu akal dan pikiran benar-benar di bebaskan dari belenggu takliid. Yang mana menyebabkan orang sangat leluasa mengeluarkan pendapat dalam segala bidang aqidah , falsafah ibadah dan sebagainya.
Paramenteriturunan Persia di beri hak penuh dalam menjalankan pemerintahan, sehingga mereka memegang peranan penting dalam tamadun islam. Mereka sangat mencintai ilmu dan mengorbankan kekayaanya untuk memajukan kecerdasan rakyat dan meningkatkan ilmu pengetahuan , sehingga karenanya banyaklah keturunan mawaly yang meberiakan jasanya untuk kemajuan islam.
Politik Daulah Abbasiyah II, III dan IV:
Dalam priode tiga masa ini, kekuasaan politik dari daulah islamiyah mulai menurun dan terus menurun, terutama kekuasaan politik sentral , karenanya Negara bagian sudadh tidak begitu menghiraukan lagi pemerintah pusat, kecuali pengakuan secara politis saja, lantaran itu kekeuasaan militer pusat pun mulai berkurang daya pengaruhnhya, sebqab masing-masing panglima daerah sudah berkuasa sendiri, bahkan telah membentuk tentara sendiri.
Dalam periode ini putuslah ikatan –ikatan politik antara wilayah –wilayah islam , demikianlah tutur Khudhary Bek.
Apabila kita menoleh ke barat kita mendapati bani umayyah telah menampilkan Abdurrahman Nassir menjadi amirul mukmin di Andalusia, karena dilaihatnya kelemahan bani abbasiyah.
Di afrika kita dapati syi;ah ismailiyah telah membentuk kerajaanyan dengan nama daullah Fatimiyah, dengan mengangkat Ubaidullah bin Mhdi menjadi amirul mukminin dan kpta mahdiyah dekat Tunisia dijadikan ibu kota.
Di mesir kita dapati, Muhammad ikhsyad berkuasa atas nama bani abbas; demikian juga dengan musil bani Hamdan bertindak.
Di yaman, syi’ah Zaidiyah semakin kuat pendidikanya , sementara di ibukota Negara Baghdad daulah bani buwaihi berkuasa dalam praktek dan bani abbas hanya nama saja.
Bila kita melihat kesebelah timur, akan kita dapati daulah samaaniyah yang berkedudukan di Bukhara dak berpengaruh sangat besar.
Demikianlah , dunia islam telah putus mata rantai sambunganya, tidak ada lagi kesatuan politik, sehingga datanglah pasukan hulako dengantentara tantarnya menghancurkan kota Baghdad, dan berakhirlah daulah abbasiyah.
3.1.3.Keadaan sosial zaman Daulah Abbasiyah
Kehidupan masyarakat pada masa dinasti Daulah Abbasiyah, Sistem kesukuan primitive yang menjadi pola organisasi sosila arab paling mendasar runtuh pada masa dinasti Abbasiyah, yang didirikan dari berbagai unsur asing. Bahkan dalam persoalan memilih istri dan ibu untuk anak-anak mereka , para khalifah tidak menjadikan darah keturunan arab sebagai patokan. Untuk memperlancar proses pembauran antara orang arab dan rakyat taklukan , lembaga poligami, selir dan perdangan budak terbukti efisien. Ketika unsure-unsur arab surut, orang non –arab orang peranakan dan anak dari permpuan yang dimerdekakan mulai menggantikan posisi mereka. Aristokrasi arab mulai digantikan dengan hirarki penjabat yang mewakili berbagai bangsa, yang pada awalnya didominasi oleh Persia dan kemudian oleh Turki. Pada masa awal dinasti Abbasiyah, kaum wanita cenderung menikmati kebebasan yang sama dengan kaum wanita pada zaman dinasti Umayyah. Tetapi menjelang abad ke -10 pada masa dinasti Buwahi , system pemingitan yan ketat dan pemisahan berdasarkan jenis kelamin merupakan fenomena yang umum. Pada masa itu, banyak perempuan yang berhasil mengukir prestasi dan berpengaruh di pemerinthan baik dari kalangan atas atau dari kalangan awam. Pada masa dinasti Abbasiyah berburu menjadi pengisi waktu luang yang disenangi oleh para khalifah dan putra mahkota.al amin sangat suka berburu singga dan saudaranya meninggal ketika memburu babi liar.4
Posisi teratas dalam tingkatan social di tempati oleh para khalifah dan keluarganya, para pejabat pemerintahan, keturunan bani Hasyim dan orang-orang di sekitar mereka. Kelompok terakhir ini meliputi para prajurit dan pengawal istana, sahabat dekat,para maula dan pembantu. Para pembantu itu hampir semuanya budak yang direkrut secara paksa dari kalangan non muslim, baik yang ditawan pada masa perang maupun yang di beli pada masa damai. Beberapa diantaranya adalah orang negro dan juga orang kulit putih. Gagasan tentang maraknya perbudakan bisa dilihat dari tingginya jumlah budak yang dimiliki oleh keluarga kerajaan. Diriwayatkan bahwa istana al-muqtadir (908-932) memiliki sebelas ribu laki-laki yunani dan sudan yang dikebiri5.al-mutawakkil diriwayatkan memiliki 4.000 orang selir yang semuanya menemani ia tidur6. Pada satu kesempatan al-Mutawakkil menerima hadiah sebanyak 100 budak dari salah satu jenderalnya.7 Telah menjadi tradisi bagi para gubernur dan jenderal untuk mengirim hadiah, termasuk di dalamnya para gadis yang direklut secara suka rela maupun paksa daari para penduduk, kepada para khlaifah atau wazir;8 tidak member hadiah dinilai sebagai tanda pemberontkan.

Arti Fundamentalisme


Definisi Fundamentalisme Islam
Fundamentalisime islam-demikian menurut Musa Kaelani- merupakan suatu gerakan social dan keagamaan yang mengajak umat islam kembali pada ‘prinsip-prinsip islam yang fundamental’;kembali kepada kemurniaan etika dengan cara mengintegrasikannya secara positif dengan doktrin agama;kembali kepada keseimbangan hubugan manusia dengan tuhan , manusia dengan masyarakat dan manusia dengan kepribadiannya sendiri.(Yusril Izza Mahendra, Modernisme dan fundamentalisme dalam politi islam: perbandingan partai Masyumi (indonesia) dan jama’at i-islami (pakistan)(Jakarta: Paramadina,1999), hal.16-7). Dengan demikian , fundamentalisme islam dikatakan merupakan bentuk ekstrem drai gejala “revivalisme”. Jika revivalisme dalam bentuk intensifikasi keislaman lebih berorientasi “ke dalam” (inward oriented) – dan karenanya bersifat individual – maka pada fundamentalisme , intensifikasi itu juga diarahkan ke luar (outward oriented). Tegasnya intensifikasi bisa berupa sekadar peningkatan attachment pribadi terhadap islam-dan oleh sebab itu sering mengandung dimensi esoteric –tetapi fundamentalisme menjelma dalam komitmen yang tinggi tidak hanya untuk mentranformasi kehidupan individual, tetapi sekaligus kehidupan komunal dan social. Oleh karena itu fundamentalisme islam juga sering bersifat eksoteris, yang sangat menekankan pada batas-batas kebolehan dan keharaman berdasarkan fiqih (halal-haram complp kuex).(Azzumardi Azra, Pergolakan Politik Islam: dari Fundamentalisme, Modernisme, hingga Post-Modernisme (Jakarta: Paramadina, 1996), hal. 107-8.)
Fundamentalisme merupakan istilah yang relatif baru dalam kamus peristilahan islam. Istilah “fundamentalisme islam” dikalangan barat mulai popular dengan terjadinya revolusi iran pada 1979, yang memunculkan kekuatan islam syi’ah yang radikal dan fanatic yang siap mati melawan setan besar, Amerika Serikat. Istilah tersebut tersebar luas disebabkan pengunaan popular jurnalistik , terutama oleh media barat.
Menurut Asghar Ali Engineer,( Asghar Ali Engineer, Islam dan Teologi Pembebasan, terj. Agung Prihantoro(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999),hal. 82-3) ada dua alasan mengapa fundamentalisme islam menarik perhatian media barat. Pertama, alas an internal, yakni karateristik agama islam itu sendiri yang merupakan agama paling komprehensif. Oleh karena itu, setiap gerakan yang didasarka pada islam senantiasa mengatur seluruh kehidupannya,termasuk hal-hal yang sepele, dengan islam. Kedua, alas an eksternal, yaitu konsenterasi dunia politk. Hal ini mengingat wilayah Asia Barat –sebagai jantung agama Islam- adalah Negara-negara penghasil minyak. Negara-negara barat yang ekonominya bergantung pada minyak sangat sensitive terhadap perkembangan wilayah ini.
Di samping itu, umumnya para penulis barat memandang fundamentalisme islam dengan cara yang sangat bias, yang menganggap setiap wacana dan proses radikal terhadap kemapanan dengan cara-cara yang berbau violence atau kekerasan sebagai fundamentalisme islam.(lihat M. Amin Rais,. “pengantar” untuk buku David Sagiv, Islam Otensititas Liberalisme, terj. Yudian Y. Asmin (Yogyakarta: LKIS,1997),hal. xii ) oleh karena itu sebagian umat islam menolak pemakaian istilah fundamentalisme islam untuk menyebut gerakan intensifikasi islam tersebut. Mereka berusaha mencari istilah yang comfortable bagi gerakan ini. Sebagian mereka mengunakan istilah “ushuliyyun” untuk menyebut orang-orang fundamentalis, yakni mereka yang berpegang pada fundamen-fundamen pokok islam sebagaimana yang terdapat pada al-Qur’an dan al-Hadist. Dalam kaitan ini, di gunakan juga istilah al-ushuliyyah al-islamiyyah (fundamentalisme islam) yang mengandung pengertian: kembali kepada fundamen-fundamen keimanan; penegakan kekuasaan politik ummah dan pengukuhan dasar-dasar otoritas yang abash (syar’iyyah al-hukm). Formulasi ini menekankan dimensi politik gerakan ketimbang aspek keagamaan.
Istilah lain dalam bahasa arab yang digunakan kalangan fundamentalisme islam untuk mengacu pada kelompo atau gerakan mereka, antara lain, adalah islamiyyun ( kaum islamis), ashliyyun (kaum autentik, asli) dan salafiyyun (pengikut para sahabat utama). Istilah lainnya adalah musta’assib. Namun, istilah ini di gunakan oelh kalangan non-fundamentalisme untuk menunuka kelompoak yang tidak enggan menggunakan kekerasan. Selain itu, digunakan juga istilah mutatarrif untuk menyebut ekstremis. Dari semmua istilah tersebut yang paling lazim digunakan adalah istilah ushuliyyun (kaum fundamentalis) dan al-ushuliyyah al-islamiyyah (fundamentalisme islam).(Azzumardi Azra, Pergolakan Politik Islam,hlm. 108-9.) Namun istilah ini lebih umum dipakai untuk mengejek kelompok lain-hampir sama dengan “fanatic”. Istilah ini cenderung digunakan untuk menyebut orang yang berpikir, berbicara , berprilaku dan berpakaian yang berbeda dari orang pada umumnya.(Martin Van Bruinessen, Rakyat Kecil, Islam san Politik, editor dan penerjemah farid Wajidi (Yogyakarta: Bentang Budaya,1999), hlm.206.) dengan kata lain istilah ini merujuk pada kaum fundamentalis yang ekskusif.
Beberapa uraian diatas menunjukan bagaimana istilah fundamentalisme dipahami masyarakat. Istilah tersebut pada dasarnya mempunyai tujuan-tujuan kebangunan agama (islam) dalam usaha merespons kemodernan. Namun untuk mencapai tujuan-tujuan itu tidak jarang digunakan upaya –upaya radikal dan kekerasan, maka citra negative melekat pada gerakan ini. Dengan demikian , pada akhirnya , gerakan fundamentalisme islam diidentikan dengan gerakan aktivis yang bermuatan negative: kekerasan, radikal, terororisme, merendahkan martabat perempuan (dalam pandangan barat), dan sebagainya.

Jumat, 26 Maret 2010

Sekelumit sastra


A.Fungsi Sastra
Horatius: pemikir romawi mengemukakan istilahdulce et utile dalam tulisan art poetica artinya sastra punya fungsi ganda menghibur sekaligus bermanfaat bagi para pembaca.
Fungsi sastra:
1.      Menyampaikan pesan tentang kebenaran
2.      Penggambaran pesan pengarang tentang kehidupan
3.      Media komunikasi
4.      Fungsi social (sastra social) contoh sastra sebagai penolak bala’
B. Produksi Dan Reproduksi Sastra
Produksi: Penciptaan sastra dalam hal ini pengarang berperan penting
Reproduksi: Penggandaan dan penyebaran sastra dalam hal ini lembaga pendidikan, penerbit buku maupun komunitas satra berperan penting.
C.Puisi
puisi ungkapan yang mengandung keindahan.
D.Unsur-unsur Pembangun Puisi
Unsur yang paling mendasar dalam sastra adalah bahasa.
Horatius: syarat bagi puisi
1.      Indah dan menghibur (dulce) serta mendidik (utile)
William wordsworth (penyair romantic inggris) menyatakan bahwa puisi adalah suatu luapan spontan dari perasaan-perasaan yang kuat.
Unsur paling dominan dalam puisi adalah
1.Gaya Bahasa.
Macam-macam gaya bahasa
1.      Metafora: kata atau ungkapan yang bermakna kiasan contoh kata dewi bulan
2.      Simile: membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki persamaan sifat, contoh senyummu semanis gula
3.      Personifikasi: membandingkan benda mati dengan benda hidup, contoh batu itu menangis
4.      Metonimi: kata yang mewakili dengan sesuatu yang memiliki kedekatan dengannya,  contoh aku membaca Rendra artinya puisi karya Rendra.

Teori Sastra


Teori-teori Sastra

Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sitem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menetapkan pola hubungan gejala yang diamati. Perlu dikemukakan bahwa istilah yang tepat untuk menyebut teori baik dalam kamus bahasa inggris maupun Indonesia belum ditemukan. Akibatnya definisi mengenai hakikat dan tugas teori sastra tidak mudah dirumuskan. Bahkan istilah-istilah yang digunakan untuk menyebut konsep-konsep yang paling mendasar pun berbeda.
Menurut wellek dan Austin warren teori sastra adalah studi prinsip, kategori, dan kriteria yang dapat diacu dan titik tolak dalam telaah di bidang sastra.adapun tugas teori sastra menurut keduanya yaitu menetapkan prinsip, kategori dan kriteria mengenai sifat sastra pada umunya dengan memanfaatkan hasil-hasil kritik sastra dan sejarah sastra. Jan van Luxemburg, mieke bald and willem G (1986) mengemukakan bahwa tugas teori satra yaitu merumuskan kaidah-kaidah dan konvensi umum kesusutraan umum. Selain itu mereka juga menggunakan istilah ilmu sastra dengan pengertian yang mirip dengan teori sastra yang dikemukakan wellek dan warren. Menurut mereka ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari teks-teks sastra secara sisitematis sesuai dengan fungsinya di dalam masyarakat. Ada juga yang mengunakan istilah pengetahuan kesustraan yaitu lefevere, ia berpendapat bahwa sastra adalah diskripsi pengalaman kemanusiaan yang dimiliki dimensi personal dan social sekaligus. Dalam sastra ,pengalaman dan pengetahuan kemanusiaan itu tidak sekedar dihadirkan begitu saja, melainkan  secara fundamental menghadirkan gagasan-gagasan estetis. Jadi menurut lefevere, sastra adalah pengetahuan kemanusiaan (existentiall knowledge) yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri. Penjelasan diatas secara implisit menunjukan bahwa teori satra sebenarnya telah banyak dibahas orang, baik membahas lingkup yang terbatas pada sebuah teori yang utuh maupun yang mencakup berbagai teori. Akan tetapi teori-teori itu dapat mengacaukan pemahaman kita karena para teoritis tidak selalu berpijak pada pengertian, sudut pandang klasifikasi maupun konsep-konsep yang sama menganai gejala sastra. Oleh karena itu klasifikasi yang cermat diperlukan untuk lebih mamahami ragam-ragam teori tersebut.